Pages - Menu

Mengajar dengan Cinta

TIPS

Pernahkah Anda sebagai guru ketika tidak di kelas atau saat jalan-jalan untuk acara pribadi kemudian tiba-tiba rindu kepada murid? Jika pernah, berarti benih cinta kepada murid telah merasuk ke dalam jiwa Anda.
       Sebagian guru masih mengajar hanya sekadarnya, tanpa cinta, tanpa hati, dan tanpa peduli. Yang penting ia masuk kelas, jam selesai, keluar kelas, dan setelah satu semester mengeluarkan nilai karena tuntutan sekolah.
       Cobalah mengajar dengan penuh cinta, meski sulit mencobanya. Niscaya kita akan tenang, damai, dan nikmat. Berikut tips mengajar dengan cinta.
1.       Siapkan Menu. Ibarat seorang ibu yang menyiapkan makan malam untuk acara keluarga, menu sajian pastilah disiapkan dengan baik agar memberikan kepuasan kepada penikmat makanan tersebut. Begitu pula guru yang akan memunculkan benih cinta, siapkanlah menu pembelajaran dengan baik agar dapat dinikmati dengan baik pula oleh siswa.
2.     Hargai Siswa. Anak adalah anak, bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Hargai anak sebagaimana mereka sosok anak. Bawalah dunia Anda ke dunia mereka. Tiap ucapan anak adalah emas, jadi perlu direspon dengan emas pula.
3.     Tersenyumlah. Jika Anda tersenyum dengan siswa, dia akan memberikan cinta 100 kalinya sebagai pembalasan senyuman itu. Kemudian, senyum guru akan disimpan dalam memori anak yang paling dalam. Memori itu pada akhirnya dapat melejitkan potensi diri anak itu sendiri. Senyum adalah multivitamin yang mampu menggairahkan kejiwaan anak.
4.     Jadilah Aktor. Ketika di kelas, jadilah aktor yang mampu menawan siswa. Gunakan tangan, hentakan kaki, lirikan, mimik, intonasi suara secara terpadu. Aktor yang baik akan mampu membenamkan kepedulian penontonnya untuk terus terkesima sambil memahami maknanya.
5.     Bersahabatlah dengan Mereka. Cinta bukan paksaan. Ia lahir dari perasaan, kehadirannya tidak diundang, perginya tiada yang merelakan. Bersahabatlah dengan siswa secara tulus. Sepanjang hidupnya, siswa akan selalu tulus kepada sahabatnya, gurunya.
Itulah lima tips dasar bagi guru yang mengajar dengan cinta. Cinta bukan mengajarkan kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat. Mulailah mencintai profesi mengajar dengan disertai cinta kepada anak didik.
Dinukil dari Majalah Bunga Rampai Vol III oleh Dwi R. Susilo